Senin, 20 Mei 2019

Habis Ngebacok, Motor Korban Juga Diambil

Sumber: google.com
Tiga pemuda sudah diamankan oleh petugas setelah melakukan pencurian dengan kekerasan di Jalan Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tiga pelaku itu diantaranya, Agung (20), Koso (20) dan Egi (21).

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana mengatakan, awal mula kejadian pada saat korban berinisial RDN melintas di sekitaran lokasi bersama dengan teman-temannya. Namun korban dihadang oleh para pelaku.

"Ketiga pelaku ini mengejar korban dan teman-temannya, tersangka Agung sempat membacok dengan celurit mengenai tangan RDN, lalu tersangka Koso juga menyabet clurit ke teman korban namun tidak sampai mengenai tubuh," kata Eka di Polres Metro Bekasi Kota, Senin (20/5).

Lebih lanjut, Eka menyebut, korban sempat merasa panik dan ketakutan sehingga motor miliknya ditinggal di tempat kejadian perkara (TKP).

"Selanjutnya motor milik korban diambil pelaku, pelaku berhasil kita amankan beberapa jam saja setelah adanya laporan dari korban di sebuah rumah kosong wilayah Kampung 200, Kranji," lanjutnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku ini terancam hukuman 12 tahun penjara lantaran dikenakan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan.




Sumber: akurat.co

4 Tersangka Robohnya Sekolah SDN 11 Pagi Pasar Baru Sudah Ditetapkan

Sumber: google.com
Saat terjadi robohnya bangunan SD 11 Pagi Pasar Baru dan telah menewaskan bos rumah makan, Lestari Ningsih, Polsek Sawah Besar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP tersebut, polisi telah menetapkan empat orang tersangka yaitu AK yang merupakan seorang operator, AM mandor dan SI pelaksana proyek dan FS seorang kenek.

Kapolsek Sawah Besar Kompol Mirzal Maulana mengatakan, penetapan tersangka ini setelah pihaknya melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk gelar perkara. lanjutnya, Mirzal mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.

"Kami tetapkan tersangka baik operator yang menggunakan alat berat, kemudian mandor, terus kenek maupun pemborongnya. Kami lakukan penahanan," ujar Mirzal, di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Menurutnya, keempat orang yang ditetapkan tersangka tersebut karena terbukti sudah lalai dan mengakibatkan korban dua korban luka dan seorang meninggal dunia.

"Mereka tak melakukan komunikasi, konfirmasi dan koordinasi  terlebih dahulu. Mereka melakukan pengerjaan tanpa ada surat perintah kerja. Dan tanpa ada konfirmasi dengan masyarakat sekitar," tegas dia.

Kini, keempat tersangka itu harus menjalani hari harinya dibalik jeruji besi setelah dikenakan pasal 359 dan pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

"Saya rasa pelaku tahu ada warung di sana karena mereka orang situ yang sudah ditunjuka melakukan kegiatan disitu. Sudah kami hentikan proyek untuk penyelidikan lebih lanjut," tukas dia.



Sumber: akurat.co

Kagum, Anak Kecil Nyanyikan Lagu Ebiet G Ade Dengan Indahnya

Sumber: google.com

Memiliki jumlah penduduk yang mencapai 260 juta orang, Indonesia sepertinya tak akan kekurangan bibit-bibit unggul dalam bidang-bidang tertentu. Seperti kisah berikut. Ada seorang anak kecil di sebuah desa yang menyita perhatian warganet karena memiliki suaranya yang indah saat menyanyikan lagu 'Titip Rindu Buat Ayah' milik sang legenda, Ebiet G Ade.

Dalam video tersebut, terlihat anak kecil yang tak diketahui identitasnya itu sedang bernyanyi di sebuah acara. Diiringi pula dengan organ tunggal, ia berhasil membuat terkesima banyak orang dengan penampilannya. Seperti apa aksi memukau anak kecil tersebut saat menyanyikan lagu 'Titip Rindu Buat Ayah'? Berikut video selengkapnya.

Video yang diunggah di Twitter milik @giewahyudi tersebut hingga Senin (20/5) ini sudah ditonton lebih dari 13 ribu kali. Banyak pula warganet yang memberikan komentar.

"Bening bener...tapi sayang nanti suaranya berubah, gara gara puber," komentar @innessuchiha.

"Ya Allah dengerin lirik "anakmu sekarang banyak menanggung beban" langsung terharu," sambung @urtrulycrush.

Menurutmu, bagaimana suara anak kecil tersebut?




Sumber: akurat.co

Niat Bangunin Sahur, Sekelompok Pemuda Malah Diguyur Warga

Sumber: google.com
Salah satu kegiatan khas yang hanya tersedia pada bulan Ramadan adalah adanya sekelompok pemuda yang rela keliling kampong hanya untuk membangunkan warga setempat untuk makan sahur. Banyak cara yang digunakan untuk membangunkan sahur, biasanya sih menggunakan alat musik yang dipukul keras-keras. Namun, ternyata tak semua orang menerima metode tersebut, ada juga yang marah.

Viral di media sosial, video sekelompok pemuda yang sedang berkeliling kampung untuk membangunkan penduduk untuk makan sahur malah kena guyur salah seorang warga. Pria tersebut menyiram mereka dengan seember air. Kenapa pria tersebut marah-marah saat ada rombongan anak muda yang membangunkan sahur? Berikut videonya.


Usut punya usut, pria tersebut merasa tidur anaknya terganggu dengan suara keras yang dihasilkan alat-alat yang dibawa oleh sekelompok pemuda tersebut. Mungkin sejak beberapa waktu sebelumnya anak si bapak itu rewel atau sakit. Tak ada perlawanan dari para pemuda dan malah menjadikan omelan si pria menjadi chants baru yang bikin senyum sendiri.

"Ngakakkk, etapii abang2nya baek ga marah dong disiram ????????????, serasa balik ke jaman 90an anak2nya pada ga gampang tersinggung malah di anggap lucu abis disiramin gituuuu," komentar Nabilajihan.

"yg marah dulu kecilnya pasti tinggalnya didaerah elit jadi kaget pas tinggal di kampung," sindir Acincengir76.

Gimana menurutmu?



Sumber: akurat.co

Delapan PSK di Surabaya Positif Terjangkit HIV

Sumber: google.com
Sedikitnya delapan dari 14 Pekerja Seks Komersial yang terciduk petugas gabungan Pemkot Surabaya di kawasan Stasiun Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/5/2019) malam dan Minggu (19/5/2019) pada dini hari terindikasi positif Human Immunodeficiency Virus.

"Saat ini mereka ditempatkan di Liponsos Keputih untuk dilakukan pembinaan dan pengobatan berupa Acute Retroviral Syndrome, sebelum nanti mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing," kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, hari ini.

Menurut dia dari sekitar 14 razia yang terjaring razia petugas gabungan dari Pemerintah Kota Surabaya meliputi Satpol PP, linmas, Dinas Perhubungan dan Dinkes Surabaya segera melakukan pemeriksaan tes urine di lokasi. Dan hasilnya, delapan orang positif terjangkit HIV.

Para PSK tersebut diketahui berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur, yaitu Kediri, Tulungagung, Gresik, Nganjuk, dan Malang, dengan usia rata-rata di atas 30 tahun.

Febria menjelaskan pihaknya akan terus menerus melakukan penyuluhan dan pemeriksaan ke sekolah-sekolah, bahkan ketempat-tempat hiburan malam. Dengan begitu masyarakat akan sadar dan dapat menambah edukasi tentang bahaya penyebaran virus HIV itu.

"Kami selalu melakukan penyuluhan-penyuluhan di SD, SMP, SMA dan lintas sektor. Kemudian di beberapa hiburan malam, kalau tim pengawasnya ada dari Dinkes, LSM dan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia)," ujarnya.




Sumber: akurat.co