Selasa, 31 Maret 2020

Bentuk Kerja Sama, BNI Ambon Hibahkan Minibus Ke Universitas Pattimura


Sumber: google.com

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) adalah perusahaan BUMN yang kini dipimpin oleh Achmad Baiquni. BNI sendiri sudah tersedia diseluruh penjuru negeri.

Bahkan diketahui BNI sering mengadakan acara khusus untuk menyenangkan para nasabahnya. Atau bahkan seperti yang waktu itu pernah dilakukan BNI, dalam ulang tahunnya. BNI mengajak para masyarakat dan nasabahnya untuk mudik bersama.

Dan kini, BNI Ambon menyerahkan Hibah berupa kendaraan Mini Bus kepada Universitas Pattimura (Unpatti) pada Senin (17/9/18). Hal ini dilakukan sebagai bentuk kerja sama BNI Ambon bersama dengan Unpatti.

Penyerahan ini dilakukan oleh Direktur Perkreditan Bank BNI Ambon Ibu D. Limmon atas nama Bank BNI Ambon menyerahkan kepada Rektor UNPATTI Prof. M.J Saptenno.

Penyerahan itu sendiri dilakukan di Universitas Pattimura, yang kemudian penyerahan itu ditandatangani dalam berita acara penyerahan hibah kendaraan Mini Bus oleh keduanya.

Dan tentunya, penyerahan simbolis dalam bentuk "Kunci" juga telah diserahkan kepada Rektor Unpatti di pelataran parkir depan rektorat.

Bersamaan dengan itu pula, sesaat setelah menerima kunci itu. Rektor Unpatti bersama pejabat BNI Ambon yang hadir kemudian menaiki bus tersebut dan mengelilingi jalan yang ada di dalam kampus.



Kembangkan Sektor UMKM, BNI Ambon Luncurkan Kredit Wirausaha

Sumber: google.com


Bank Negara Indonesia (BNI) Ambon terus kembangkan sektor Usaha Kecil dan menengah (UMKM) di Kota Ambon dengan meluncurkan program Rejeki Kredit Wirausaha.

Dalam program ini, BNI Ambon menawarkan berbagai kemudahan untuk pengembangan bidang usaha kecil dan menengah. Acara ini sendiri diadalah di Ambon Plaza (Amplaz) pada Kamis (23/5).

Dihadiri langsung oleh Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH, perwakilan Bank Indonesia dan juga mitra usaha serta para nasabah BNI Ambon. Acara ini merupakan program nasional yang telah dilaksanakan di 14 kota besar dan 40 kota kecil di Indonesia, termasuk kota Ambon.

“Kepedulian kita diwujudkan melalui produk kredit yang kita namakan BNI Wirausaha. Produk ini sudah cukup lama namun masih kurang mendapat perhatian, sehingga kita lakukan peluncuran program di hari ini,”ujar Egos Mahar, Kepala BNI Ambon.

Dikatakan Egos, fasilitas kredit yang ditawarkan berkisar antara Rp 50 Juta-Rp 1 Milyar, untuk jangka waktu satu sampai lima tahun. Proses Kredit juga sangat cepat karena BNI Ambon memiliki kewenangan untuk menyetujuinya.

“Khusus untuk program ini, kami memberikan bunga yang ringan untuk debitur, yakni untuk jangka waktu tiga tahun, bunga hanya 9 persen, atau 0,75 persen/bulan. Selama masa program berlaku, ada keringanan yang dapat dimanfaatkan yakni provisi hanya satu persen, dan potongan biaya administrasi hingga 60 persen,” katanya.

Secara nasional BNI menargetkan penyalurkan kredit segmen UKM sebesar Rp 340 milyar. Untuk di BNI Ambon, program ini cukup mendapat sambutan yang cukup baik di kalangan wirausaha kota Ambon dan sekitarnya.

Adanya program peluncuran Rejeki Kredit Wirausaha bagi UKM di Kota Ambon ini sangat diapresiasi oleh Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH.

Menurutnya, program ini dinilai sangat tepat dilakukan di oleh BNI Ambon. Karena merupakan pilihan yang tepat dari segi pertumbuhan ekonomi kota yang mengalami peningkatakan signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon telah menduduki peringkat ke enam secara nasional.

“Tingkat kesejahteraan masyarakat kota Ambon cukup baik, padahal APBD kita sangat kecil. Ini artinya, kemampuan kemandirian masyarakat dalam membangun ekonomi dan kesejahteraannya lebih banyak diusahakan dengan usaha mandiri daripada bergantung kepada pemerintah,”tandasnya.


Sumber: Ambon.go.id

Selasa, 26 November 2019

Posisi Direktur Utama BNI Tidak Berubah dan Tetap Dijabat Achmad Baiquni

Sumber: google.com


Sebelum BNI menggelar RUPSLB, Bank Mandiri dan Bank BTN sudah menggelarnya terlebih dahulu, hampir semua jajaran mengalami perombakan.

Untuk BNI sendiri, juga merombak susunan pengurus PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100). Perombakan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Jumat (30/8).

Posisi Direktur Utama BNI tidak berubah dan tetap dijabat Achmad Baiquni. Namun, RUPSLB BNI mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan BNI menggantikan Anggoro Eko Cahyo.

Sebelumnya Ario menjabat Kepala Cabang Luar Negeri BNI Tokyo.
Adapun Anggoro digeser menjadi Direktur Konsumer BNI. "RUPSLB juga memberhentikan dengan hormat Catur Budi Harto sebagai Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI," kata Ario usai RUPSLB, Jumat (30/8).

Posisi Catur diisi Tambok PS Simanjuntak yang semula menjabat sebagai Direktur Konsumer. Sementara Rico Budidarmo bertukar posisi dengan Bob Tyasika Ananta.
Sedangkam di susunan komisaris, RUPS memberhentikan Marwanto Harjowiryono sebagai komisaris dan mengangkat Askolani sebagai komisaris yang baru.

Berikut susunan pengurus baru BNI:

Dewan Komisaris
Komisaris Komisaris Utama: Ari Kuncoro
Wakil Komisaris Utama : Hambra
Komisaris : Ratih Nurdiati
Komisaris : Askolani
Komisaris : Revrisond Baswir
Komisaris : Joni Swastanto
Komisaris : Pataniari Siahaan
Komisaris : Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris : Sigit Widyawan.

Dewan Direksi
Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama : Herry Sidharta
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan: Tambok PS Simanjuntak
Direktur Tresury dan Internasional: Bob Tyasika Ananta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur TI dan Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Managemen Risiko: Rico Rizal Budidarmo
Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Endang Hidayatullah



Sebagai Wujud Tindak Lanjut, BNI Melaksanakan MOU Dengan Polda Maluku

Sumber: Tribunnews.com


Penandatanganan MOU telah berhasil dilakukan antara Polda Maluku dengan Pimpinan BNI Ambon di Rupattama Polda Maluku, rabu (2/8/2017).

Melansir dari laman tibratanews.polri, pelaksanaan penandatanganan tersebut dilakukan oleh Polda Maluku, Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Deden Juhara. Yang saat itu juga didampingi Waka Polda Maluku Brigjen Pol. Drs. Daniel Pasaribu dan Drs. M. Rubani, A.,k, M. M. (Ka BNI Makassar).

Sedangkan dari pihak BNI Ambon dilakukan oleh Ibu Dionne.E.E. Lamongan dan disaksikan oleh Para pejabat yang hadir, jelas Kabid Humas Polda Maluku AKBP. A.R. Tatuh.

Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menyatakan bahwa pelaksanaan penandatanganan MOU ini merupakan tindak lanjut yang telah dilaksanakan oleh pimpinan Polri dengan Pimpinan BNI Pusat. Sehingga wujud tindak lanjut dari petunjuk pimpinan Polri, jelasnya.

Maka dari itu, untuk peningkatan akuntabilitas dan transparansi serta pengamanan dan pelayanan bidang keuangan dalam pembayaran gaji dan tunjangan kinerja kepada anggota dan PNS Polri. Hal ini akan dilakukan secara langsung ke rekening masing-masing anggota dan PNS yang bersangkutan melalui Bank Pemerintah. Salah satunya adalah BNI Ambon.

Dengan dilaksanakannya MOU ini, Kapolda mengharapkan jika PT. Bank BNI yaitu BNI Ambon dapat terus meningkatkan pelayanannya kepada seluruh personil Polda Maluku dan khususnya Personil Brimob dan Maluku.

Sementara itu Ka BNI Makassar dalam sambutannya antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan MOU antara Polda Maluku dengan BNI Ambon dalam rangka kerjasama untuk menunjang pelayanan produk dan jasa perbankan bagi Kepolisian Daerah Maluku. Hal ini juga merupakan tindak lanjut kerjasama yang sudah dilakukan antara Polri dan Bank BNI yang telah ditandatangani di Jakarta, jelasnya.

Untuk itu tambahnya, pelaksanaan pembayaran transaksi perdana oleh Sat Brimobda Maluku dengan digunakan berupa kartu Debit BNI – Polri Promoter, yang mana kartu ini telah didesain khusus PROMOTER sesuai dengan visi misi Polri yaitu “Profesional, Modern, dan Terpercaya”. urainya.

Acara diakhiri dengan pemberian Cendramata dari Kapolda kepada Ka BNI Makassar, dan sebaliknya serta dilanjutkan dengan foto bersama. kegiatan berlangsung lancar dan aman.



Permasalahan Yang Terjadi Di Ambon, BNI Pastikan Dana Nasabah Tetap Aman

Sumber: google.com


Sempat mengalami permasalahan, Bank Negara Indonesia (BNI) 46 cabang Ambon menegaskan bahwa semua dana nasabah tetap aman.

Hal ini dikatakan langsung oleh Direktur Bisnis Korporasi BNI, Putrama Wahju Setyawan. Ia mengatakan bahwa yang terjadi di BNI Ambon tidak akan menyebabkan dana nasabah hilang. Dan menurutnya, ada sejumlah faktor yang menjadi sebab nasabah tak perlu khawatir dengan BNI.

Dimana layanan perbankan BNI khususnya BNI Ambon akan tetap berjalan normal. Dan kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga yaitu dengan adanya jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah transaksi keluar. Dan terakhir, BNI Ambon akan selalu menjaga ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai channel, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI," kata dia, yang akrab disapa Putrama itu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 19 Oktober 2019. 

Adanya permasalahan yang terjadi di BNI Ambon ini, dikatakannya masih diselidiki pihak kepolisian. Dan berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, adanya kinerja BNI Ambon terlihat.

Dimana animo masyarakat untuk menabung dan menggunakan layanan transaksi digital (digital service transaction) BNI Ambon cukup tinggi. Hal ini terlihat dari kinerja Dana Pihak Ketiga yang dihimpun di seluruh outlet di bawah koordinasi BNI Kantor Cabang Ambon.

Data per September 2019 menunjukkan, DPK yang dihimpun di BNI Ambon dan sekitarnya tumbuh sebesar 20,06 persen secara Year on Year (YoY) dibandingkan DPK yang terkumpul selama tahun 2018.

“DPK yang tumbuh merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kepercayaan masyarakat terhadap BNI,” ujarnya.

DPK BNI tersebut sebagian besar ditopang pertumbuhan tabungan dan giro yang merupakan sumber dana murah. BNI Ambon mencatat, di Ambon dan sekitarnya terjadi pertumbuhan tabungan dan giro masing-masing sebesar 19,99 persen dan 27,96 persen secara YoY.



Senin, 20 Mei 2019

Habis Ngebacok, Motor Korban Juga Diambil

Sumber: google.com
Tiga pemuda sudah diamankan oleh petugas setelah melakukan pencurian dengan kekerasan di Jalan Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tiga pelaku itu diantaranya, Agung (20), Koso (20) dan Egi (21).

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana mengatakan, awal mula kejadian pada saat korban berinisial RDN melintas di sekitaran lokasi bersama dengan teman-temannya. Namun korban dihadang oleh para pelaku.

"Ketiga pelaku ini mengejar korban dan teman-temannya, tersangka Agung sempat membacok dengan celurit mengenai tangan RDN, lalu tersangka Koso juga menyabet clurit ke teman korban namun tidak sampai mengenai tubuh," kata Eka di Polres Metro Bekasi Kota, Senin (20/5).

Lebih lanjut, Eka menyebut, korban sempat merasa panik dan ketakutan sehingga motor miliknya ditinggal di tempat kejadian perkara (TKP).

"Selanjutnya motor milik korban diambil pelaku, pelaku berhasil kita amankan beberapa jam saja setelah adanya laporan dari korban di sebuah rumah kosong wilayah Kampung 200, Kranji," lanjutnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku ini terancam hukuman 12 tahun penjara lantaran dikenakan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan.




Sumber: akurat.co

4 Tersangka Robohnya Sekolah SDN 11 Pagi Pasar Baru Sudah Ditetapkan

Sumber: google.com
Saat terjadi robohnya bangunan SD 11 Pagi Pasar Baru dan telah menewaskan bos rumah makan, Lestari Ningsih, Polsek Sawah Besar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP tersebut, polisi telah menetapkan empat orang tersangka yaitu AK yang merupakan seorang operator, AM mandor dan SI pelaksana proyek dan FS seorang kenek.

Kapolsek Sawah Besar Kompol Mirzal Maulana mengatakan, penetapan tersangka ini setelah pihaknya melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk gelar perkara. lanjutnya, Mirzal mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.

"Kami tetapkan tersangka baik operator yang menggunakan alat berat, kemudian mandor, terus kenek maupun pemborongnya. Kami lakukan penahanan," ujar Mirzal, di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Menurutnya, keempat orang yang ditetapkan tersangka tersebut karena terbukti sudah lalai dan mengakibatkan korban dua korban luka dan seorang meninggal dunia.

"Mereka tak melakukan komunikasi, konfirmasi dan koordinasi  terlebih dahulu. Mereka melakukan pengerjaan tanpa ada surat perintah kerja. Dan tanpa ada konfirmasi dengan masyarakat sekitar," tegas dia.

Kini, keempat tersangka itu harus menjalani hari harinya dibalik jeruji besi setelah dikenakan pasal 359 dan pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

"Saya rasa pelaku tahu ada warung di sana karena mereka orang situ yang sudah ditunjuka melakukan kegiatan disitu. Sudah kami hentikan proyek untuk penyelidikan lebih lanjut," tukas dia.



Sumber: akurat.co